NUBUAT DALAM ALKITAB
KEBENARAN MENGENAI SIAPA ROH KEBENARAN
Dalam Alkitab terdapat nubuat tentang datangnya Roh Kudus atau Roh Kebenaran. Akan tetapi memang ada perbedaan sudut pandang antar Kristen dan Islam mengenai nubuat ini. Menurut Kristen nubuat mengenai Roh Kudus mengacu peristiwa Pantekosta yaitu turunnya Roh Kudus yang terjadi pada hari ke-10 setelah naiknya Yesus ke langit atau ke-50 setelah Hari Paskah (menurut Kisah Rasul 1: 3) Yesus naik ke langit itu 40 hari setelah Paskah, dan mengacu pada Yesus. Menurut Lukas 1: 26-38 dan Matius 1:18 diriwayatkan bahwa Roh Kudus turun kepada Maria yang membuatnya beranakkan Yesus. Roh Kudus disini diartikan roh suci atau roh bersih. Sedangkan menurut Islam Roh Kebenaran (The Spirit of Truth) tertuju kepada Nabi Muhammad Saw yang juga disebut penolong atau penghibur (Yahya 14: 15-17).
Pantekosta merupakan hari Roh Kudus dasarnya ialah Kisah Rasul 2: 2–4. Peristiwa Pantekosta merupakan peristiwa dimana terjadi suatu bunyi yang seolah-olah serbuan angin besar yang oleh orang-orang terlihat seperti berbagai lidah api yang berbelah-belah dan hinggap di atas tiap-tiap orang itu. Kemudian setelah itu mereka berkata-kata dengan berbagai bahasa. Setelah mereka diperolok-olok seperti orang yang meminum anggur manis (Kisah Rasul 2: 13). Hal ini dikarenakan omongan mereka tidak dapat dimengerti satu sama lainnya, jadi mereka seperti orang-orang mabuk yang biasanya meminum anggur sampai tidak sadar apa yang diucapkannya.
Peristiwa yang serupa dengan Pantekosta ada dalam Alkitab pada Perjanjian Lama yaitu pada Kejadian 11: 1 mengenai riwayat Menara Babil yang menyebutkan bahwasannya pada mulanya hanya ada satu bahasa dan satu peraturan di seluruh muka bumi. Kemudian menurut Kejadian 11: 9 bahasa yang satu itu dikacaukan oleh Tuhan bagi orang-orang di bumi ini sehingga timbullah berbagai macam bahasa di bumi ini.
Demikian kalau memang timbulnya bermacam-macam bahasa itu karena Tuhan mau mengacau, maka dapat dikatakan bahasa sebagai alat komunikasi bukanlah suatu rahmat, melainkan bahkan merupakan adzab Tuhan. Maka atas dasar cerita ini demikian juga pada Peristiwa Pantekosta dimana Tuhan mau mengacaukan bahasa, dapat disimpulkan kesemuanya bukanlah merupakan rahmat atas turunnya Roh Kudus melainkan merupakan adzab Tuhan. Jadi tidak benar bila Peristiwa Pantekosta merupakan kegenapan dari turunnya penolong atau Roh Kebenaran yang dijanjikan.
Menurut Dr Bevick dalam “Sejarah Kerajaan Allah Pejanjian Baru”, bahwa penolong dalam Bahasa Yunaninya adalah PARAKLETOS (penolong), walau Bevick mengatakan bahwa Umat Islam mengatakan disitu bukan Parakletos melainkan Periklutos (termahsyur dan yang terpuji), yang dimaksudkan ialah Muhammad (terpuji).
Padahal Yesus menggunakan Bahasa Aram dan Ibrani (bukan Bahasa Yunani), sedangkan Bible-Bible yang sekarang ini mengaku terjemahan dari Bahasa Yunani, oleh karena itu istilah “Parakletos” dalam Bahasa Yunani tidak bisa menunjukkan bagaimana istilah asli yang sesungguhnya dinyatakan Yesus dalam Bahasa Yunani atau Bahasa Aramnya.
Seorang teolog Kristen bernama Jack Finegan dalam bukunya “The Archeology of World Religion” mengatakan bahwa dalam Bahasa Yunani, kata Parakletos artinya sama dengan Periklutos.
Dalam Dokumen Damaskus kitab suci yang ditemukan abad ke-19 di Kuil Ezra Cairo, bahwa Nabi Isa telah menubuatkan mengenai datangnya Roh Kudus (Roh Kebenaran) yang namanya Emeth yang artinya seorang yang gemar pada kebenaran. Emeth dalam Bahasa Ibrani artinya “Kebenaran” atau “Yang gemar kepada kebenaran” (Strachan’s Fourth Gospel halaman 141). Sementara itu, Prof. Dr. Hazairin SH dalam bukunya “Isa adalah Roh” mengatakan bahwa seorang pendeta bernama Sale pernah menerjemahkan penolong atau penghibur (Parakletos/Periklutos) tersebut dengan nama “Ahmadu” tetapi karena kemudian dianggap berbahaya maka terjemahan “Ahmadu” itu direvisi lagi dengan tidak menggunakan nama Ahmadu. Lebih lanjut seorang pengarang Kristen Advent yang bernama Rifai Burhanuddin sendiri dalam bukunya “Isa Dalam Al Qur’an” halaman 58 bahwa penolong yang dimaksudkan oleh Nabi Isa adalah Roh Kebenaran (Roh Kudus) yang menggerakkan Ahmad (Muhammad) yang menyaksikan atau membenarkan Isa.
Coba perhatikan ayat-ayat dalam Alkitab berikut dan pahami siapa yang sebenarnya dimaksud sebagai Roh Kudus atau Roh Kebenaran:
Yohanes14:16-17
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain,supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran.
Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
Yohanes 14:25-26
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
tetapi Penghibur, yaitu ROH KUDUS, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Yohanes 15:26-27
Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh
Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.
Yohanes 16:7-9
Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu; Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;
akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;
Yohanes 16:13-15
Yohanes 16:13-15
Tetapi apabila Ia datang; yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.
Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata ; Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.
Pada kitab Yohanes diatas, dikisahkan oleh YESUS bahwa setelah nanti YESUS pergi kepada Bapa, maka Bapa akan mengutus seorang Penolong yang lain yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa ke dunia ini, seperti yang telah dikatakan oleh YESUS bahwa Roh Kebenaran ini akan bersaksi tentang YESUS (Yohanes 15:26-27), yang akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan akan semua yang pernah dikatakan oleh YESUS (Yohanes 14:25-26) akan menginsafkan dunia akan dosa (Yohanes 16:7-9) dan akan memimpin ke dalam seluruh kebenaran yang mana juga Ia akan memuliakan YESUS (Yohanes 16:13-15). Sungguh luar biasa sebab jika dianalisa maka semua nubuat mengenai siapa Roh Kebenaran digenapi oleh Rasulullah Muhammad Saw.
Mengenai ciri-ciri dari Roh Kebenaran disebutkan memiliki beberapa kesamaan dengan kisah hidup Musa As hal ini didasarkan pada Kitab Yahya 14: 15-31 pada fasal 15: 26-27 dan fasal 16: 4-5 yang seluruhnya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan, persis seperti nubuat Ulangan 18: 15-22 yang juga merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan mengenai kesamaan riwayat hidup Nabi Musa As dengan penolong yang dijanjikan. Demikian, setelah dianalisa dari bukti yang ada ternyata kisah hidup Nabi Muhammad Saw lebih memiliki kesamaan dengan kisah hidup Nabi Musa As daripada dengan kisah hidup Nabi Isa As (Yesus), coba bandingkan:
Perbandingan Antara Musa, Muhammad dan Yesus
Pembanding | Musa | Muhammad | Yesus |
Kelahiran | Biasa | Biasa | Tidak biasa |
Meninggal | Biasa | Biasa | Tidak biasa |
Karir | Nabi dan pemimpin | Nabi dan Pemimpin | Nabi |
Hijrah | Ke Median | Ke Madinah | |
Berhadapan dengan musuh | Di kejar-kejar | Di kejar-kejar dan perang | Tidak seperti biasanya |
Hasil perjuangan dan Kemenangan | Moral dan fisik | Moral | |
Wahyu tertulis | Taurat | Al Qur’an | Injil |
Pengakuan kepemimpinannya | Di tolak kemudian di terima umatnya | Di tolak kemudian di terima umatnya | Di tolak oleh kebanyakan bani Israil |
Perbandingan Muhammad Saw dan Yesus KristusKeterangan | Muhammad Saw | Yesus Kristus |
Tempat dan Tanggal Lahir | Mekkah, 12 Rabi’ul Awal Tahun Gajah (570 M) | Kandang domba Yerusalem, 25 Desember (4 SM) – masih kontraversi, karena tidak jelas data sejarahnya. - |
Meninggal | Usia 63 tahun pada tahun 632 M | Tidak jelas pada usia berapa, perkiraan tahun 30 SM. |
Peran Dalam Agama | Menyebarkan dan mengislamkan Arab, juga sebagian dunia dengan pengaruhnya. | Tidak memiliki peran penting dalam menyebarkan Kristen, sebaliknya Pauluslah yang lebih berjasa. |
Kitab Suci | Al Qur’an, mendapat wahyu langsung dan ditulis oleh Khulafaur Rasyidin sahabat-sahabat. | Bibel, Alkitab tetapi tidak pernah menulisnya atau menyuruh ke dua belas muridnya semasa hidupnya untuk menulisnya. Sebaliknya Pauluslah yang paling berjasa dalam penulisan Bibel atau Alkitab. |
Pengaruh Kepemimpinan | Bukan cuma jadi pemimpin agama, tetapi pemimpin dunia yang memiliki pengaruh politis yang kuat pada waktu itu. | Tidak memiliki pengaruh politis, dan sisi kehidupan duniawinya tidak diketahui dengan pasti. |
Agama Yang Dibawa | Islam, dan ia yang berperan penting dalam menancapkan sendi keimanan umatnya. | Tidak jelas, karena bukan pendiri Kristen. Pauluslah yang mendirikan dan menyebarkan Kristen. |
Pengaruh Ajaran | Mampu menyatukan semua sendi kehidupan manusia dalam satu ajaran Tauhid yang dibawanya. | Ajarannya bertentangan satu sama lain dalam banyak pokok masalah. Dan pengikutnya lebih banyak mengikuti ajaran Paulus dari pada Yesus sendiri. |
Kondisi Ketika Wafat | Pengaruh dan kekuasaannya terbentang dari perbatasan India sampai ke pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik dan meninggalkan pengikut yang banyak sekali jumlahnya, prestasi terbesar dalam sejarah manusia. | Tidak ada kekuasaan sama sekali, bahkan mati terhina dan hanya meninggalakan sejumlah kecil pengikut sekte yahudi. Pauluslah yang lebih pantas disebut penegak agama nasrani. |
Pengikutnya | Memiliki pengikut setia, yang selalu siap berkorban untuknya sampai wafatnya beliau. Bahkan memilki Khulafaur Rasyidin Sahabat-Sahabat Besar yang salah satunya adalah Umar Bin Khattab yang masuk dalam buku Michael Hart. | Tidak memiliki pengikut yang setia, terbukti ketika Yesus ditangkap sampai disalib tidak ada satu dari ke dua belas murid yang terkenal itu yang menemaninya. Mereka lebih setia pada Paulus dari pada kepada Yesus. |
Bukti Sejarah | Banyak sekali, seperti: makam Nabi, Masjid Nabawi, Masjid Kiblatain, Rumah Khadijah, Gua Tsur. Semua membuktikan bahwa Muhammad Saw pernah hidup di dunia ini. | Tidak ada bukti sejarah yang otentik yang dapat membuktikan bahwa Yesus itu pernah hidup di dunia ini. Tidak ada kandang domba tempat Yesus lahir, salib aslinya, dan lain-lain. |
Di dalam Ulangan 18: 18 dinyatakan: “Seorang nabi akan kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau (Musa) ini; Aku akan menaruh firmanKu dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang kuperintahkan kepadanya.” Dalam kalimat “Aku akan menaruh firmanKu dalam mulutnya.” Sangat sesuai dengan Nabi Muhammad. Wahyu Allah turun kepada Nabi Muhammad saw melalui Malaikat Jibril, semua wahyu yang turun semuanya murni datang dari Allah dan tidak ada sedikitpun pemikiran atau kehendak Nabi Muhammad saw didalamnya. Coba tengok Surat Al Alaq yang merupakan wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw melalui Malaikat Jibril. Wahyu ini sudah diberitakan dalam Alkitab Yesaya 29: 12: “Dan apabila Kitab itu diturunkan kepada seorang yang tidak bisa membaca dengan mengatakan: ‘Baiklah baca ini,’ maka ia akan menjawab: ‘Aku tidak dapat membaca’.” Persis ketika Malaikat Jibril berkata : “Bacalah” QS Al Alaq :1 maka Nabi Muhammad Saw menjawab: “Aku tidak bisa membaca.”
Al Qur’an tidak di tempatkan secara berurutan sesuai dengan waktu turunnya. Yang berarti bagian pertama juga ayat pertama tidak berada dalam halaman pertama dan ayat yang turun terakhir kali tidak berada di halaman terakhir. Wahyu ini turun secara bertahap seperti yang di beritakan Yesaya 28: 10-11: “Sebab harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini tambah itu. Sungguh, oleh orang-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini.” Dapat disimpulkan yang dimaksud orang-orang yang berbicara asing adalah orang-orang yang berbicara selain dengan bahasa Arab. Hal ini didukung dengan fakta bahwa muslim di seluruh dunia menggunakan bahasa Arab dalam menyebut Tuhan mereka, dalam shalat, haji, dan pada saat saling memberi salam satu sama lain. Kesatuan bahasa ini juga di beritakan dalam Yesaya 3: 9 : “Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepadanya dengan bahu membahu.”
Kenapa Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir? Dalam Injil diramalkan:
“Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa.” Kalimat “memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia” mengindikasikan nabi yang akan turun. Setelah datang Nabi Muhammad saw, yang dalam waktu relatif singkat berhasil menjadikan banyak bangsa menerima dan memeluk Agama Islam.
Masih meragukan kalau ramalan itu berarti Nabi Muhammad saw? Sekarang coba lihat Injil “Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.” Ini lebih mengarah kepada Nabi Muhammad saw dibandingkan dengan Yesus, yang tidak bisa mengalahkan musuh-musuhnya serta merasa kecewa karena penolakan Bani Israil.
Lihat lagi dalam Injil “Aku ini Tuhan, itulah namaKu; Aku tidak akan memberikan kemuliaanKu kepada yang lain atau kemahsyuranKu kepada patung.”
Nabi Muhammad saw berbeda dengan semua nabi yang turun sebelumnya, karena dia merupakan ”penutup para nabi” dan pengajarannya tetap tidak berubah hingga hari ini, dibandingkan dengan ajaran Nasrani dan Yahudi yang sudah sangat jauh menyimpang dari ajaran aslinya.
Coba anda lihat Kitab Suci Al Qur’an disebutkan dalam Surat 61: 6 bahwa Yesus secara jelas menyebutkan nama Ahmad: “Dan (ingatlah) Isa putera Maryam berkata: ‘Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan (kitab) yang turun sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)’ maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: ‘ini adalah sihir yang nyata’.”
Dalam Injil disebutkan Yohanes 14: 16: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia kan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya.”
Demikian, apapun penjelasan tentang “Penolong” bukankah memang benar Yesus masih meninggalkan pekerjaan yang belum selesai dan seseorang setelahnya akan datang untuk menyelesaikan misinya yang belum selesai tersebut? Marilah mengkaji dalam cahaya “penjelasan” Injil bahwa ciri-ciri Penolong itu sama persis dengan Nabi Muhammad saw: “Penolong yang lain”: Sudah begitu banyak penolong yang telah datang, dan Penolong lain akan datang. Tidak akan ada dan tidak pernah ada orang yang bisa berbuat di dunia seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. Hal ini mengingat Yohanes Pembaptis ketika ditanya para pendeta Yahudi tidak membenarkan bahwa dia adalah sang penolong tersebut Yohanes: 1: 20-21: “Dia mengaku dan tidak berdusta, katanya: ‘Aku bukan Mesias.’ Lalu mereka bertanya kepadanya: ‘Kalau begitu siapakah engkau? Elia?’ Dan ia menjawab: ‘Bukan!’, ‘Engkaukah nabi yang akan datang?’ dan ia menjawab: ‘Bukan.’”
Nabi Muhammad saw pada kenyataannya tidak hanya berhasil menghapus penyembahan berhala di Jazirah Arab hanya dalam waktu yang relatif singkat hanya dua puluh tiga tahun, tetapi juga mengirim utusan ke Heraclius, Kaisar Persia dan Roma, kepada Najshi (raja Ethiopia), dan kepada Muqauqis (gubernur Mesir). Beliau mengingatkan umat Kristiani untuk kembali kepada ajaran Yesus yang sebenarnya, sebab mereka telah menyelewengkan ajaran dengan membagi Tuhan menjadi tiga bagian, mengangkat Yesus sebagai anak Tuhan, dan Tuhan itu sendiri serta Roh Kudus. Beliaulah orang yang berani menyalahkan Yahudi dan Nasrani karena telah mengubah kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada mereka, menyatakan bahwa dia keturunan Ismail, dan membersihkan para nabi dari tuduhan melakukan zina, inses, perkosaan dan menyembah berhala.
Sekarang periksa ayat di Injil “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”
Al Qur’an adalah firman Allah. Tidak satupun kata-kata Nabi Muhammad saw ataupun kata-kata para pengikutnya yang ada didalamnya. Malaikat Jibril membacanya, nabi menghafalnya, dan kemudian ditulis oleh para penulisnya. Sabda dan ajaran Nabi Muhammad Saw dicatat dalam bentuk hadist. Coba lihat apa yang dinyatakan dalam Al Qur’an Surat 53: 2-4: “Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”
Jika masih hendak mengelak kenyataan ini coba baca Ulangan 18: 19: “Orang yang tidak mendengarkan segala firmanKu yang akan diucapkan nabi itu demi namaKu, daripadanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.”
Juga perlu dicatat bahwa mereka yang tidak mau mendengar atau menerima ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw maka siksa Allah sangat pedih. Ini sesuai dengan Surat 3: 19: “Sesungguhnya agama (yang di ridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang diberi Alkitab (kitab-kitab yang diturunkan sebelum AL Qur’an) kecuali sesudah datang pengakuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabnya.” Selain itu dalam Surat 3: 85: “Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akherat termasuk orang-orang yang rugi.”
Kewajiban dan hak sebagai muslim adalah semua nabi haruslah dihormati, jadi tidak mungkin bisa dipercaya bahwa Yesus mengecap orang-orang Yahudi sebagai binatang dan lain sebagainya seperti yang dinyatakan dalam Al Qur’an Surat 19: 32: “Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”
REFERENSI
Taken from “Dialog Islam Kristen Upaya Menelusuri Kebenaran Hakiki”
by Hasan A Baagil
Copyright 2005 Lintas Pustaka Publisher From Jakarta
Taken From “Injilku Yang Ternoda”
Cetakan ke-7
By Yusuf Ismail al Hadid (Muallaf)
Maret 2008
Pustaka Fahima From Yogyakarta
“Menghalau Missionaris Dan Misi Sucinya Mengkristenkan Dunia”
Cetakan Ke-5
By Yusuf Ismail al Hadid (Muallaf)
April 2008
Pustaka Fahima From Yogyakarta
A Gift From My Student Oceana
Assalam Boarding School Surakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar